Sabtu, 23 Januari 2010

Ideal Realistis

Ideal Realistist

“Manusia, apabila diperintahkan sesuatu kepadanya itu banyak sekali membantahnya, Mengapa, dan kenapa ? Karena banyak dari mereka memakai Prinsip Enak atau Pleasure Principle = { مَبْدَاُ اللَّذَةِ } padahal Islam itu menggunakan Prinsip Ideal = {مَبْدَأُ الْمَثَلِ اْلأََعْلَى } sehingga banyak manusia menjadi pembantah, bahkan menjadi pembangkang dan ingkar kepada Tuhannya yaitu ALLAH SWT, namun demikian kitapun harus mengerti dan menyadari, bahwa Islam bukanlah sesuatu yang idealistis saja, Islam adalah Ideal Realistist” Hal ini bisa kita lihat pada surah Al Qo shoosh [28] : 77 yang berbunyi :

Mencari Akhirat tanpa melupakan dunia.

وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ اْلأَخِرَةَ وَلآ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَا اَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلآ تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لآ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ . القصص (28) : 77
Artinya :"Carilah olehmu apa-apa yang ALLAH berikan kepadamu yakni tempat di Akhirat, namun jangan engkau melupakan nasibmu di dunia. Berbuat baiklah sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu dan jangan merusak dimuka bumi, karena ALLAH tidak senang kepada orang yang jadi perusak”. Al Qo shosh (28) : 77.

Dari ayat ini kita bisa lihat bahwa Islam menyuruh kita mencari akhirat, yakni sesuatu yang ideal tetapi sekaligus janganlah kita melupakan nasib kita didunia, [bersikap realistislah!]. Karena kalau konsepsinya yang salah, yakni cuma dunia saja atau cuma Akhirat saja, yang bisa menyebabkan manusia menjadi materialistist dalam hidupnya atau dia akan menjadi sufistist.

Oleh karena konsepsi materialisme itulah yang akan menyebabkan manusia menjadi pembantah dan ingkar. Orang yang seperti ini, dia tidak melihat dari sudut lain bahwa nun diseberang yang nyata ini ada hal-hal yang ghaib, diluar jangkauan akal, yaitu ALLAH SWT Yang Maha Hebat dengan segala ciptaannya, langit, bumi dan semua isinya termasuk manusia, tetapi sering kali manusia, karena merasa bangga akan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, atau posisinya, atau harta kekayaannya, menjadikan dia itu bersikap pembantah lagi ingkar. Atau mungkin juga karena sudah menganggap dirinya begitu modern, sehingga konsepsi Al Qur an dianggap kuno atau out of date. Sehinga manusia itu kebanyakan menjadi pembantah. Kita lihat pada surah Al Kahfi [18] : 54 yang berbunyi :

Al Qur an membuat perumpamaan manusia
paling banyak membantah

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِيْ هَاذَا الْقُرْآنِ لِلنَّاسِ مِنْ كُلِّ مَثَلٍ وَكَانَ اْلإِنْسَانُ اَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلاً. الكهف (18):54
Artinya : " Dan benar-benar telah Kami jelaskan kepada manusia tiap tiap permisalan. Dan adalah manusia itu paling banyak membantah." Al Kahfi (18) : 54

Misalnya ketika turun surah Al Baqoroh [2] : 26
Perumpamaan nyamuk.

إِنَّ اللَّهَ لآ يَسْتَهْيِى اَنْ يَضْرِبَ مَثَلاً مَا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَا فَاَمَّا الَّذِيْن َآمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ وَاَمَّاالَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَااَرَادَاللَّهُ بِهَاذَا مَثَلاً يُضِلُّ بِهِ كَثِيْرًا وَيَهْدِيْ بِهِ كَثِيْرًا وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الْفَاسِقِيْنَ. البقرة (2) : 26
Artinya:" Sesungguhnya ALLAH tidak malu memberikan perumpamaan seperti nyamuk, agas [binatang kecil yang terbang] atau lebih kecil lagi. Adapun orang yang beriman mengetahui betul bahwa itu adalah sesuatu yang haq dari ALLAH Tuhan mereka. Dan adapun orang yang kafir maka mereka berkata:" Apa yang diinginkan oleh ALLAH dengan permisalan seperti itu. Disesatkan sebagian dari mereka dengan perumpamaan itu dan diberi petunjuk sebagian dengan perumpamaan itu. Dan Tidak bakal disesatkan kecuali orang yang fasiq." Al Baqarah (2) : 26

Mereka berdebat ketika ALLAH memberikan perumpamaan seperti itu. Mereka bertanya, mengapa ALLAH tidak memberikan perumpamaan berupa binatang besar seperti singa padang pasir yang garang, harimau yang buas, atau binatang buas yang besar lainnya. Mereka tidak tahu bahwa nyamuk atau bakteri lebih banyak memakan korban dari pada singa padang pasir, atau harimau yang buas, kita lihat Penyakit malaria, cikuhunya, penyakit demam berdarah berapa banyak yang menjadi korbannya.

Oleh karena itu, Sebagai seorang Muslim apabila ALLAH SWT sudah menentukan sesuatu atau Rasul ALLAH saw baginya tidaklah boleh membantahnya. Kita baca pada surah Al Ahzaab [33] : 36

Tidak ada pilihan lain.

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلآ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُوْلُهُ اَمْرًا اَنْ يَكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلآلاً مُبِيْنًا
الأحزاب (33) : 36
Artinya :" Dan tidaklah pantas bagi orang beriman baik laki-laki ataupun perempuan apabila ALLAH dan RasulNya menentukan sesuatu, maka tidaklah ada pilihan selain dari pada itu. Barang siapa memilih selain dari itu maka dia itu sesat sesat yang nyata." Al Ahzaab (33) : 36

Dia tidak akan bertanya "why" mengapa, atau "kenapa" لِمَذَا tetapi "How to put them into practice? "atau " Bagaimana untuk mengamalkannya?" Kita baca pada surah An Nur [24] : 51 yang berbunyi :

Kami dengar & Kami ta’at.
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنٍيْنَ إِذَا دُعُوْا إِلَى اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ اَنْ يَقُوْلُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا وَاُوْلآئِكَ هُمُ ملْمُفْلِحُوْنَ . النور (24) : 51
Artinya:" Hanya sanya perkataan orang beriman apabila mereka diajak untuk menegakkan Hukum ALLAH dan RasulNya, jawabannya ialah :" Kami dengar dan kami taat." Dan mereka itulah yang bakal menang." An Nur (24) : 51.

Tidak ada bantahan dari mereka. "We hear and we obey!" Kami dengar dan kami taat.. begitu seharusnya.

Tetapi ada manusia yang mengatakan:” Biarin engga pakai jilbab juga, yang pentingkan hati kita baik”.

“Biarin engga sholat juga, yang pentingkan berbuat baik, Yang sholat juga ga jadi kaya, dia fikir sholat untuk mendapatkan kekayaan, dan semua itu hanya dianggap lebel dan simbul simbul saja.

” Saudara saudaraku, mana lebih baik, minyak babi cap unta ataukah minyak samin cap babi?” mereka menganggap Islam itu sekedar label, sekedar simbul doang, yang penting isinya bung. Semua katanya sekedar simbul simbul belaka.
Akhirnya kitapun tenggelam. Jilbab adalah simbul. Menutup aurat adalah simbul, sholat adalah simbul, Nanti Al Qur an juga hanya simbul, Islam juga hanya simbul saja. Pendapat seperti ini hanya timbul dari rasa takut atau minderwaardig, alias perasaan rendah diri saja, yang benar ialah Minyak samin cap unta, Islam harus merasuk kedalam hati dan menjadikan sikap mental serta perbuatan yang Islami
Cai mah bilang, Sudah tahu bakal mati, dihidupin, sudah tahu lagi hidup, dimatiin.

Nabi Sulaiman kaya raya ,
namun taat pada ALLAH SWT

Artinya:” dikatakan kepadanya: "Masuklah ke dalam istana". Maka tatkala Dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. berkatalah Sulaiman: "Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca". berkatalah Balqis: "Ya Tuhanku, Sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada ALLAH SWT, Tuhan semesta alam". An Naml (27) : 44.

Nabi Yusuf pejabat, juga taat pada ALLAH SWT
Skill & Management.
Ahli dan Pandai Mengelola.

وَقَالَ الْمَلِكُ اُئْتُوْنِيْ بِهِ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِيْ فَلَمَّا كَلَّمَهُ قَالَ إِنَّكَ الْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِيْنٌ أَمِيْنٌ قَالَ اِجْعَلْنِيْ عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّيْ حَفِيْظٌ عَلِيْمٌ
) يوسف (12: 53 - 55
Artinya:” Raja berkata:” Bawalah Yusuf menghadap aku, sebab aku akan mengangkat dia sebagai orang yang paling dekat dengan aku. Maka manakala Raja telah berbicara dengan Yusuf, Rajapun berkata :” Sesungguhnya engkau pada hari ini mempunyai kedudukan dan kepercayaan disisi kami..” Yusuf berkata :” Jadikanlah aku sebagai Penjaga gudang Harta Negara. Sesungguhnya aku Pandai Mengelola حَفِيْظٌ dan Mempunyai Pengertian dibidang itu. ) عَلِيْمٌ ) . “Yusuf (12) : 53 – 55.

Rasul ALLAH saw pemimpin
Example of a country
Perumpamaan Sebuah Negeri

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوْعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ النحل (16) : 112
Artinya : “ ALLAH memberikan perumpamaan suatu negeri yang Aman politiknya = (آمِنَةً),
Tenang sosialnya ) = (مُطْمَئِنَّةً
Makmur ekonominya = ( يَأْتِيْهَا رِزْقُهَا رَغَدًا ),
Baik hubungan diplomasinya ) = (مِنْ كُلِّ مَكَانٍ Namun karena mereka kufur akan nikmat ALLAH , maka ALLAH pakaikan kepada mereka Pakaian Kelaparan dan Ketakutan disebabkan atas apa apa yang sering mereka Rekayasa. “ An Nahl (16) : 112

Manusia seringkali tidak merasa cukup baik kepuasan materiel maupun kepuasan spirituil. Sehingga menjadi Keserakahannya terhadap benda materi yang mereka anggap dapat mencukupinya dan membahagiakannya. Maka kita melihat disekitar kita terjadilah keculasan dan kecurangan karena memperebutkan posisi dan benda-benda tadi, bahkan dengan menghalalkan segala cara, dan memutar balikkan fakta. Orang menjadi serakah, dan sebagai akibatnya dia juga akan menjadi bakhil atau pelit kikir kedekut.

Merasa selalu tidak mencukupi.
قُلْ لَوْ اَنْتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَائِنَ رَحْمَةَ رَبِّيْ إِذًا َلأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ اْلإِنْفَاقِ وَ كَانَ اْلإِنْسَنُ قَتُوْرًا . الإسرآء (17) : 100
Artinya :" Katakanlah olehmu [Muhammad] :" Sekiranya kalian memiliki perbendaharaan ALLAH berupa kasih sayangnya, tentulah perbendaharaan itu kalian tahan karena takut untuk membelanjakannya untuk diinfakkan. Dan adalah manusia itu selalu merasa tidak berkecukupan". Al Israa'(17):100.

مَنْ هُمَّانْ لاَيَسْبَعَانْ طَالِبُ الْعِلْمِ وَطَالِبُ الْمَالِ
Artinya:” Ada dua macam orang yang tidak pernah merasa puas yaitu orang yang mencari ilmu dan orang yang mencari harta”.
Padahal kata ALLAH bahwa kehidupan dunia itu adalah fatamorgana. Kita baca surah Al Hadiid [57] : 20 yang berbunyi:

Dunia adalah fata morgana.
إِعْلَمُوْا اَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَ لَهْوٌ وَزِيْنَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى اْلأَ مْوَالِ وَْلأَوْلآدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًا وَفِى اْلأَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْزَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُوْرِ. الحديد (57) : 20
Artinya;" Ketahuilah oleh kalian bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan [bermain-main], dan kesenangan [bersenang-senang[, dan perhiasan [berhias-hias]. Serta berbangga-bangga sesama kalian dan berbangga-bangga tentang harta dan anak-anak. Semuanya itu seperti air hujan yang menakjubkan petani melihat tumbuh tanamannya kemudian menjadi kering dan engkau lihat berwarna kuning kemudian hancur. Dan dihari akhirat nanti tersedia siksa yang pedih dan ampunan ALLAH serta keridhoanNya. dan kehidupan dunia ini hanyalah tipuan semata," Al Hadid (57) : 20.
( Tak merasa tua karena sering mengaca )

Artinya:” Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi ALLAH-lah tempat kembali yang baik (surga)”. Ali `Imron (3) : 14.

Dunia adalah fatamorgana, hidup adalah kenangan sedangkan akhirat itu adalah sesuatu yang nyata asal saja kita mengetahuinya. Adat muda menanggung rindu, adat tua menanggung ragam, karena sudah terkena 8 B , beser, budek bego, belek, batuk, bongkok, bengek, bebel.

Uban mulai bertabur, Fikiran mulai luntur, mata mulai lamur, gigi mulai gugur, kulit mulai kendur, dan akhirnya masuk kelobang kubur. Kita lihat firman ALLAH dalam surah Al Ankabut [29] : 64 yang berbunyi :

Akhirat adalah kenyataan.
وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ اْلأَخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ. العنكبوت (29) :64
Artinya:" Dan tidaklah kehidupan dunia itu melainkan kesenangan, dan permainan. Sedangkan sesungguhnya kehidupan akhirat itu adalah suatu kenyataan kalau saja mereka mengetahuinya." Al Ankabut (29) : 64

Pada surah At Taubah [9] : 24 berbunyi :
8 tarikan bumi.
قُلْ إِنْ كَانَ آبَاؤُكُمْ وَ اَبْنآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَاَمْوَالُ إقْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَتٌ تَخشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا اَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُوْلِهِ وَجِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهِ فَتَرَبَّصُوْا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِاَمْرِهِ وَاللَّهُ لآ يَهْدِى الْقَوْمَ الْفَا سِقِيْنَ .التوبة (9) : 24
Artinya :" Katakanlah olehmu [ Muhammad] sekiranya bapak-bapak kalian, dan anak-anak kalian dan saudara-saudara kalian dan pasangan-pasangan kalian [isteri atau suami] dan famili-famili kalian dan harta yang kalian peroleh, perdagangan yang kalian takut ruginya dan posisi yang kalian senangi semuanya itu lebih kalian cintai dari ALLAH Rasul dan Jihad dijalan ALLAH, maka tunggulah sampai ALLAH menentukan urusanNya. Dan ALLAH tidak akan memberi petunjuk pada orang fasik." At Taubah (9) : 24.

Bagaimana mendapatkan harta, bagaimana mendapatkan usaha, dan bagaimana mendapatkan posisi
Bagaimana mengelola harta, bagaimana mengelola usaha, dan bagaimana mengelola posisi.
Bagaimana menikmati harta, bagaimana menikmati usaha, dan bagaiman menikmati posisi.

Jangan sawang sinawang,
membanding banding.

Artinya:” Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang Telah kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk kami cobai mereka dengannya. dan karunia ALLAH Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”. Thoohaa (20) : 131.

Siapa yang mengharamkan perhiasan ALLAH ?
Al A`Roof (7) : 32.
ِ
Artinya:” Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari ALLAH yang Telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat ada lagi." Demikianlah kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang Mengetahui”.

Maksudnya: perhiasan-perhiasan dari ALLAH dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia Ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak beriman, sedang di akhirat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.

هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِيْ اْلاَرْضِ جَمِْعًا. البقرة (2): 29
Artinya:” Dia lah ALLAH yang telah menciptakan apa apa yang dibumi semuanya untuk kamu”. Al Baqoroh )2( : 29.

Jangan kau campakan dirimu.
Al Baqoroh (2) : 195.

Artinya:” Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan ALLAH, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, Karena Sesungguhnya ALLAH menyukai orang-orang yang berbuat baik”.

مُعَلِّمٌ = orang yang berilmu x مُئَلِّمْ = orang yang suka nyakitin
مُبَلِّغٌ = orang yang menyampaikan x مُبَالِغْ = orang yang melebih lebihkan.
خَاطِبٌ = orang yang berkhutbah x حَاطِبٌ = orang yang ngompori

Nasib kamu pada pundakmu sendiri.
يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا عَلَيْكُمْ اَنْفُسَكُمْ لآيَضُرُّكُمْ مَنْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ إِلَى اللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ . المائدة (5) : 105
Artinya:" Wahai orang-orang yang beriman, Pada diri kalian tergantung nasib kalian. Tidak akan membahayakan kalian orang-orang yang sesat itu jika kalian berada pada petunjuk ALLAH. Kepada ALLAH kalian kembali semuanya. Maka Dia ALLAH akan memberitahukan kepada kalian apa-apa yang kalian kerjakan." Al Maidah (5) : 105.

Artinya:” Maka apabila kamu Telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, Dan Hanya kepada ALLAH Tuhanmulah hendaknya kamu berharap”. Al Insyiroh (94) : 7 – 8.

Bekerja secara propessional
ِ
Artinya:” Katakanlah: "Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing". Maka ALLAH Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya”. Al Isroo (17):84

Termasuk dalam pengertian keadaan disini ialah bakat propessi tabiat dan pengaruh alam sekitarnya.

Bekerja pada posisinya
ِ
Artinya:” Katakanlah: "Hai kaumku, Bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, Sesungguhnya Aku akan bekerja (pula), Maka kelak kamu akan mengetahui”. Az zumar (39) : 39.

ALLAH akan menolong
اِنَّ اللهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوْا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
Artinya:” Sesungguhnya ALLAH tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu ingin merubah nya.” Ar ro`ad (13) : 11

Jangan Gelisah, gampang goyang, keluh kesah = هَلُوْعًا
إِنَّ اْلإِنْسَانَ خُلِقَ هَلُوْعًا. المعارج (70) : 19
Artinya :"Sesungguhnya manusia itu memang diciptakan berkeluh kesah." Ma'aarij [70] : 19

Tidak Sabar, buru buru ingin cepat keluar dari penderitaan = جَزُوْعًا
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوْعًا. المعارج (70) : 20
Artinya :"Apabila dia terkena kesusahan dia tidak sabar." Ingin segera dia melepaskan dirinya dari penderitaan itu. Tidak sanggup di menderita berlama-lama”. Al Ma'aarij [70] : 20.

Menutup Diri dari kenikmatan, bakhil = مَنُوْعًا
وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوْعًا. المعترج (70) : 21
Artinya : " Dan apabila dia mendapat kesenangan dia menutup dirinya." Al Ma’aarij (70) : 21.

Dia tidak ingin orang lain mengetahui bahwa dia mendapat kesenangan. Khawatir dia kalau orang lain memintanya.

Ketiga sifat tadi, yakni :هَلُوْعًا مَنُوْعًا جَزُوْعًا semuanya kata ALLAH akan terselesaikan dengan cara seperti disebutkan pada surah Al Ma'aarij [70] : 22 s/d. 29 yang berbunyi :

Pengecualian.
إِلاَّ الْمُصَلِّيْنَ اَلَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلآتِهِمْ دَائِمُوْنَ وَالَّذِيْنَ فِيْ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ مَعْلُوْمٌ
لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُوْمِ وَالَّذِيْنَ يُصَدِّقُوْنَ بِيَوْمِ الدِّيْنِ وَلَّذِيْنَ هُمْ مِنْ عَذَابِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُوْنَ إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمْ غَيْرُ مَأْمُوْنٍ وَالَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حَافِظُوْنَ إِلاَّ عَلَى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ فَمَنِ ابْتغَى وَرَأى ذَالِكَ فَاُوْلآئِكَ هُمُ الْعَادُوْنَ وَالَّذِيْنَهُمْ ِلأََمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ وَلَّذِيْنَ هُمْ بِشَهَادَتِهِمْ قَائِمُوْنَ وَالَّذِيْنَ هُمْ عَلَى صَلآتِهِمْ يُحَافِظُوْنَ .
المعارج (70) : 22 = 29
Artinya: " Kecuali orang-orang yang mengerjakan shalat. Yang mengerjakan shalatnya rutin dan terus menerus. Dan orang-orang yang didalam hartanya tersedia bagian tertentu. Bagi orang miskin yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa tetapi tidak mau meminta.

Dan orang-orang yang meng-imani hari pembalasan. Dan orang-orang yang takut akan siksa ALLAH Tuhannya. Karena dia tahu bahwa tidak ada yang merasa aman dari siksa ALLAH Tuhannya. Dan mereka yang memelihara kemaluannya. Kecuali kepada isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki. Dalam hal ini mereka tidak tercela.

Barang siapa mencari selain dari pada itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat yang dipikulnya dan memelihara janjinya. Dan orang-orang yang memberikan kesaksiannya dengan berteguh pendirian. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya."Al Ma’aarij (70) : 22 – 29.

Perintah membaca Al Qur an dirumah.
Al Ahzab (33) : 34.

Artinya:” Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat ALLAH dan Hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya ALLAH adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui”.

وَءَاخِرُ دَعْوَى نَا اَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar