Minggu, 24 Januari 2010

Tujuan Hidup Muslim

Tujuan Hidup

Kesibukan kita sehari hari kadang kadang melupakan kita akan tujuan kita didalam kehidupan ini. Yang penting bagi kita bekerja. Tetapi kita acap kali kurang menyadari apa yang kita cari dalam hidup ini. Orang Cina mencari tiga hal, yakni : Siu, Hok dan Lok. Umur panjang, rezeki banyak dan kedudukan tinggi. Apa itu yang kita cari ? Bukan tidak boleh. Namun itu bukan tujuan utama kita. Orang Barat mencari tiga hal juga, yaitu : Status, Power and Prosperity. Apa itu pula yang kita cari ? Bukan tidak boleh. Sekali lagi, bukan itu yang utama kita cari. Apakah sandang pangan dan papan ? Bukan itu yang kita cari, That’s not the ultimate goal.

Kesemuanya itu berakar dari pemikiran Materialistis. Ada pula yang mengatakan : Life is but holes. Maksudnya ialah bahwa kita melihat dengan lubang mata, makan dengan lubang mulut, bernafas dengan lubang hidung, mendengar dengan lubang telinga. Kita bekerja untuk mengisi lubang kantung. Kita tinggal didalam rumah berupa lubang dan akhirnya satu waktu kita akan memasuki lubang kubur, itulah kehidupan kita, And That’s life.

Didalam legenda orang Pasundan ada ceritera Kabayan . Ketika satu waktu Kabayan ditanya orang : “ Mau kemana Kabayan ?” Dijawab :” Mau keladang !” Ditanya lagi :” Untuk apa engkau pergi keladang Kabayan?” Dijawab :” Untuk menggali lubang !” “Buat apa engkau menggali lubang Kabayan?” tanyanya lagi. “Untuk menanam pisang !” “Buat apa menanam pisang Kabayan ?” Buat Dimakan tentunya!” Jawab Kabayan. “Buat apa engkau makan kebayan ?” dijawab : “Buat tambah tenaga!” “ Dan buat apa menambah tenaga Kabayan?” dijawab lagi : “Untuk menggali lubang !??

Itulah si Kabayan dan kadang kadang juga ulah kita. Oleh Karena itu, sebagai orang Muslim kita perlu untuk mengenal makna kehidupan ini dari sudut Islam, Untuk berbicara segala sesuatu tentang Islam, perlu kita tahu bahwa Rasul ALLAH saw. pernah berpesan pada musim Hajji sebelum beliau wafat. Pesan Beliau adalah :

Dua pegangan pokok
تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ .
روَاه البخارى
Artinya :” Telah aku tinggalkan pada kalian dua hal;
yang apabila kalian berpegang pada keduanya, maka kalian tidak akan tersesat, Itulah Al Qur an dan Sunnah Nabinya.” H.R.Bukhari.

ALLAH menyuruh kita untuk memasuki Islam keseluruhannya, jangan sepotong sepotong. Kita baca dalam Al Baqarah (2) : 208.

Jadilah Muslim yang komplit
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اُدْخُلُوْا فِيْ السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ. البقرة (2) : 208
Artinya :” Wahai orang orang yang beriman, masuklah kalian kedalam Islam keseluruhannya. Dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah syaithan, karena syaithan adalah musuh kalian yang nyata.”

Mengapa dikatakan memasuki seluruh sektor ke Islaman secara keseluruhan ? Karena Islam adalah :

Islam is not merely a religion, but it is a complete system of life, of how to manage men and nature according to the will of ALLAH.”

Islam bukanlah sekedar agama, tetapi ia adalah sistim hidup yang lengkap, untuk mengelola manusia dan alam semesta sesuai dengan keinginan ALLAH.

Jadi berbicara tentang Islam ialah berbicara tentang sistim hidup yang lengkap yang meliputi seluruh sektor kehidupan. Karena problemanya adalah bagaimana mengelola, how to manage, maka Islam harus memanage semua yang ada dimuka bumi dan langit ini sesuai dengan keinginan ALLAH. Kemudian bagaimanakah kita dapat mengetahui keinginan ALLAH ? Keinginan ALLAH SWT adalah tertera pada Al Qur an dan Sunnah NabiNya.
Dalam era globalisasi ini tantangan hidup semakin merambah keseluruh segi kehidupan. Thomas Carlyle seorang sejarawan dan kritikus sosial bangsa Inggeris (1795 - 1881) mengatakan bahwa dalam diri manusia ada kekosongan; dan kekosongan itu mesti diisi. Dan isinya mesti Agama, Kalau tidak diisi dengan Agama akan timbul kegelisahan, anxiety, Bahkan beliau mengatakan :”Kegelisahan adalah kondisi orang-orang modern, Anxiety is the condition of modern men !”

Apa iya modernisasi adalah identik dengan kegelisahan ? Secara global memang iya. Nah oleh karena itu kita memerlukan Islam sebagai pegangan hidup.

Kalau Abraham Maslow mengatakan bahwa kebutuhan hidup yang utama ialah Physiological needs atau kebutuhan fisik, karena back ground dia punya kehidupan ialah kapitalisme alias materialisme. Islam bukanlah sistim hidup yang idealis semata. Islam adalah sistim hidup yang ideal realistis. Kita baca pada surah Al Qoshosh (28) : 77 yang berbunyi :

Islam = Ideal Realistis
وَابْتَغِ فِيْمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلاَ تَنسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا
أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ .
القصص (28) : 77
Artinya:” Dan carilah olehmu akan apa apa yang ALLAH telah anugerahkan kepadamu yaitu kenikmatan akhirat,( jadi disini kita disuruh untuk ideal). Namun janganlah kamu lupakan nasibmu didunia ( bersikap realistislah kamu). Dan berbuat baiklah kamu, sebagaimana ALLAH telah berbuat baik kepadamu. Dan janganlah merusak dimuka bumi ( merusak eco system umpamanya). Karena ALLAH tidak senang kepada orang-orang yang merusak.” Al Qoshosh (28) : 77

Kalau Islam hanya idealis saja, maka ujung ujungnya akan utopis. Kalau sekedar realistis saja maka akhirnya menjadi materialistis.

Tujuan Hidup :
Tanpa disadari pameo kita bersesuaian dengan Abraham Harold Maslow. (1908 - 1970) seorang ahli dibidang Humanistic Psychology” beliau mengatakan bahwa : Yang kita butuhkan pertama tama yaitu kebutuhan fisik. Maka sering kita dengar, Kebutuhan kita ialah Sandang, pangan, papan. Kalau itu merupakan the ultimate goal, atau tujuan utama, maka kita jelas jelas berprinsip materialisme. Maka pantas kalau kita selalu menyerukan Struggle for life, Alias berjuang untuk hidup. Maka prinsip kita adalah, just to eat, Bagaimana kita mempertahankan kehidupan. Yang penting hidup. Karenanya kita tidak mempunyai keberanian untuk mati. Orang orang beriman dizaman Rasul ALLAH saw masih hidup, mereka berani mempertahankan keyakinannya sekalipun harus menempuh kematian, sebab prinsip mereka bukanlah struggle for life, tetapi, Berjuang untuk menegakkan keinginan ALLAH, struggle for the sake of ALLAH.

Kalau prinsip kita struggle for life, maka fikiran kita yang utama ialah ” How To be alive ?” Sekalipun harus berperan sebagai Boot lickers, atau penjilat, yang ibarat orang berenang gaya katak. Keatas menyembah, kesamping menyikut dan kebawah menginjak injak. Orang yang selalu mengacungkan jempol kepada atasan. Inilah yang dilarang ALLAH SWT, dalam Al Qur an surah Fushilat (41) : 25.

Perbuatan para penjilat
وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوْا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِيْ أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنَّهُمْ كَانُوْا خَاسِرِيْن.َ
فصلت (41): 25
Artinya: “ Dan Kami menyediakan bagi mereka Qorin Qorin (sahabat karib yang selalu menyesatkan). Qorin Qorin tadi memuji muji mereka apa apa yang akan mereka kerjakan dan apa apa yang telah mereka kerjakan. Dan kalau sudah demikian pasti akan terjadi keputusan yang terjadi pada ummat ummat yang terdahulu sebelum mereka. Maka telah berlalu sebelum mereka dari golongan jin dan manusia dan tetaplah sudah keputusan ALLAH sehingga mereka termasuk orang orang yang merugi.” Fushilat (41) : 25.

Jadi apa yang kita cari dipersada bumi ALLAH ini ? ALLAH SWT menjelaskan dalam surah Al Baqarah (2) : 207

Mencari Ridho ALLAH.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِيْ نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاةِ اللَّهِ وَاللَّهُ رَءُوْفٌ بِالْعِبَادِ
البقرة (2) : 207
Artinya:” Sebahagian manusia ada orang orang yang menjual dirinya untuk mencari Ridho ALLAH. Dan ALLAH itu Maha tidak tegaan kepada hamba hambaNya.” Al Baqarah (2) : 207.

Sebagaimana kalau setiap kita mau untuk mendapatkan keridhoan seseorang, tentu harus mau melaksanakan apa yang diperintah dan menjauhkan apa apa yang dilarangnya, maka begitu juga dalam mencapai Ridho ALLAH SWT. Kemudian Bagaimana caranya ?. Dijelaskan oleh ALLAH SWT sendiri pada surah Al Baqarah (2) : 208.

Masuk kedalam islam keseluruhannya.
يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اُدْخُلُوْا فِيْ السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوْا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِيْنٌ(208) . البقرة (2) : 208
Artinya:” Wahai orang orang yang beriman, masuklah kalian kedalam sistim kehidupan Islam secara keseluruhannya. (karena sistim itu adalah sesuatu yang lengkap dan luas, maka jangan sampai kita hanya memasuki sebagian dari sektor pada sistim itu). Dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah syaithan, sesungguhnya syaithan itu adalah musuh kalian yang nyata”.

Kalau kita sudah memasuki sistim Islam tadi, maka barulah kita mendapatkan Ridho ALLAH SWT. Namun Ridho ALLAH SWT tidaklah berdiri sendiri. Dia berjalin berkelindan dengan Ridho orang tua. Kita tidak akan mendapatkan Ridho ALLAH kalau orang tua kita tidak Ridho kepada kita. Coba kita perhatikan Al Baqarah (2) : 83 .

Janji ALLAH dengan Bani israil
وَإِذْ أَخَذْنَا مِيْثَاقَ بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ لاَ تَعْبُدُوْنَ إِلاَّ اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِيْنِ وَقُولُوْا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيْمُوْا الصَّلاَةَ وَآتُوْا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلاَّ قَلِيْلاً مِنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُوْنَ(83) . البقرة (2) : 83
Artinya: “ Dan ketika Kami mengambil perjanjian dengan Bani Israil : Tidaklah kalian mengabdi, kecuali kepada ALLAH saja dan terhadap kedua orang tua kalian berbuat baiklah ! Dan juga terhadap kaum kerabat, terhadap anak anak yatim dan terhadap orang orang miskin. Dan hendaklah kalian berbicara dengan manusia dengan baik. Dan tegakkan sholat serta tunaikan zakat. Kemudian sebagian dari kalian berpaling. Hanya sedikit yang tetap teguh. Dan kalian menyimpang.” Al Baqarah (2) : 83.

Dalam surah Al Isra’ (17) : 23 berbunyi :
Akhlaq kepada kedua orang tua.
وَقَضَى رَبُّكَ أَلاَّ تَعْبُدُوْا إِلاَّ إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاَهُمَا فَلاَ تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلاَ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلاً كَرِْيمًا .الإسرآء (17) : 23
Artinya:” Dan ALLAH Tuhan kamu telah menetapkan : Bahwa janganlah kalian mengabdi kepada selain ALLAH dan terhadap kedua orang tua kalian berbuat baiklah ! Jika salah seorang dari mereka orang tua kalian itu hidup didalam perawatan kalian ataupun salah seorang dari keduanya, maka janganlah kalian berkata “uff” ( ungkapan kasar) . Janganlah kalian bertindak kasar terhadap keduanya, melainkan katakanlah dengan kata kata yang mulia !” Al Isra’ (17) : 23

Jelas kita lihat pada ketiga ayat diatas, bahwa ada hubungan yang begitu erat antara ketaatan kepada ALLAH dengan kasih sayang terhadap orang tua atau birrul waalidain
( بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ) . Karena itu Islam mengkategorikan “durhaka kepada orang tua “ merupakan dosa besar. Didalam istilah Islam durhaka kepada orang tua disebut عُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ

Mengucapkan kata "ah" saja kepada orang tua tidak dibolehkan oleh Agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu, sebab seringkali banyak orang yang durhaka kepada keduanya, dan menjadi malin kundang malin kundang modern, seperti suatu kisah di Payakumbuah Padang Mangateh Sumatra Barat:

Seorang ibu tua mendapat surat dari anaknya yang di-Jakarta dengan mengungkapkan kerinduan cinta kasih sayangnya dan mengharapkan kedatangannya ke Jakarta, maka dikirimkanlah uang dan tiket pesawat udara untuknya, dengan merasa bangga siibu memperlihatkan semua itu kepada para tetangganya, maka keesokan harinya diantarlah siibu oleh seluruh tetangganya kelapangan udara dengan ucapan selamat jalan. Namun tiga hari kemudian apa yang terjadi, siibu sudah kembali lagi kerumahnya, ketika ditanya oleh tetangganya siibupun berkata: Hari pertama aku merasa bahagia bisa berkumpul dengan anak mantu dan cucu cucuku, dengan melepas kerinduan yang sudah lamo tidok bersuo.

Begitupun pada hari kedua aku masih merasa senang disana dengan obrolan senda gurau yang menyejukan hati yang sedang rindu, tetapi pada hari ketiga anak wanitaku berkata: Wahai bunda, bundakan tahu bahwa aku bekerja, dan suamiku menantu bundapun bekerja pula, dan yang dirumah hanya cucu cucu dan bunda, pembantu rumah tangga tidak ada, dan baby sister mahal gajihnya, maka oleh karena itu sudilah kiranya bunda menjaga dan menyiapkan makanan untuk kami setelah kembali dirumah dan merawat cucu cucu bunda yang masih kecil ini, siibupun menangis didalam hatinya, rupanya anak dan mantuku bukanlah rindu cinta kasih sayang kepadaku hingga mendatangkan aku dari kampung ke Jakarta ini, melainkan sebagai pengganti pembantu rumah tangganya.

Bagaimana kita bisa mendapatkan Ridho ALLAH, kalau terhadap ibu kita seperti itu. Begitulah Malin Kundang Malin Kundang Modern saat ini. Kalau kita sudah mendapatkan keduanya, yaitu Ridho ALLAH SWT dan Ridho orang tua, maka Insya ALLAH kita akan mendapatkan dua hasil lagi, yaitu Sukses dan bahagia.
Sukses dan Bahagia :
Banyak orang yang menyangka bahwa sukses identik dengan bahagia. Padahal keduanya adalah sesuatu yang jauh berbeda, sebab parameternya berbeda juga.

Sukses diukur dengan apa yang kita hasilkan, sedangkan, Bahagia diukur dengan apa yang kita rasakan.

Karenanya orang yang sukses, seringkali disebut sebagai orang yang berhasil, sedangkan ketika Rasul ALLAH saw
menerangkan arti bahagia beliau berkata : ألسَّعَادَةُ هَاهُنَا !yang artinya: Bahagia itu disini ! sambil beliau menunjuk kedadanya.

Didalam kehidupan sehari hari, kita melihat banyak sekali orang orang yang Sukses, tetapi tidak berbahagia, Ada pula orang orang yang bahagia meskipun tidak sukses.

Howard Hudges adalah orang yang terkaya di Amerika termasuk orang yang sukses, tetapi tidak bahagia. Begitu juga Lord Chesterfield di Inggeris dia Sukses, tetapi tidak bahagia. Tina Onasis pewaris dari kekayaan Aristotle Onasis, menikah sampai empat kali. Bahkan beliau pernah menikah dengan orang Komunis dan tinggal di Rusia. Ketika wartawan Pravda bertanya : Anda adalah seorang Kapitalis yang kaya raya, mau mengawini seorang Komunis dan tinggal disini dalam keadaan yang terlalu sederhana, Apa sebenarnya yang anda cari ?

Tina menjawab : “ I am searching happiness !” Saya sedang mencari bahagia. Dan akhir hidupnya kita baca, beliau mati bunuh diri, Begitu juga kita lihat Marilyn Monru. Bintang film bom sex, mati bunuh diri dikamar mandi. Padahal kekayaan ada padanya. Kemasyhuran memang pakaian hidupnya. Kecantikan ada didia. Hubungannya yang intim dengan mendiang President Kennedy dan para anggota Senat tidak membawanya untuk meraih kebahagiaan.

Makna Sukses :
Sukses didalam Al Qur an dijelaskan pada surah An Nahl (16) : 97 yang berbunyi :

Dengan bekerja kita sukses.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ(97 )
Artinya : “ Barang siapa beramal sholeh biar dia laki laki ataupun perempuan, asal saja dia beriman, maka Kami hidupkan dia dalam kehidupan yang baik, ( sukses). Dan pasti diakhirat akan Kami beri ganjaran mereka dengan ganjaran yang lebih baik dari pada apa apa yang mereka kerjakan. (diganjar dengan kenikmatan akhirat, karena ada unsur keimanan pada hatinya)”. An Nahl (16) : 97.

Dari ayat diatas, kita dapat melihatnya, bahwa untuk sukses kita perlu beramal atau bekerja. ( مَنْ عَمِلَ )

Makna Bahagia :
Sedangkan Bahagia dapat kita lihat pada surah AL An’aam (6) : 82 yang berbunyi :

Dengan iman kita Bahagia.
َالَّذِيْنَ آمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا إِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُوْلَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ. الأنعام:82
Artinya:” Mereka yang beriman, dan tidak mencampurkan keimanan dengan kesyirikan, bagi mereka itu rasa aman dan mereka akan mendapatkan Hidayah.” Al An’aam (6) : 82.

Dari ayat tersebut diatas dapat kita lihat, bahwa untuk bahagia diperlukan keimanan.( اَلَّذِيْنَ آمَنُوْا )
Sukses dicapai dengan amal atau kerja, sedangkan untuk bahagia dicapai dengan iman . Kerja yang bagaimana ? Dan Praktek keimanan yang bagaimana pula ?

Jadi kita lihat bahwa problema hidup cuma dua. Bagaimana mencapai sukses dan meraih kebahagiaan. Karena problemanya ada dua, maka alat untuk mencapainya juga ada dua, yaitu shabar dan sholat.

Shabar dan Sholat:
Shabar dan Sholat alat untuk mengatasi setiap problema hidup.

Shabar dan sholat alat.
وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِيْنَ
Artinya:” Jadikanlah Shabar dan sholat alat untuk mengatasi problema hidup kalian. Memang berat sholat itu kecuali bagi orang yang khusyu'." Al Baqoroh [2[ : 45.

ALLAH senang pada yang shabar.
يَااَيُّهَاالَّذِ يْنَ آمَنُوْا اِسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلآةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ
Artinya:" Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah Shabar dan Sholat alat untuk mengatasi problema hidup kalian. Sesungguhnya ALLAH sangat menyenangi orang-orang yang shabar." Al Baqoroh [2] : 153.

Ma'na Shabar :
Acapkali makna shabar disalah artikan dengan pengertian yang passive semata. Ditimpuk kakinya: “Untung tidak kena mata!” Ditimpuk kena matanya :” Untung tidak buta !” Ditimpuk buta matanya. “Untung satu yang buta. Ditimpuk dua duanya buta : “Untung tidak mati!” Ini bukanlah shabar yang dimaksudkan oleh Islam. Shabar menurut Islam terdapat pada surah Ali Imran (3) : 146.

4 unsur keshabaran.
وَكَآيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّوْنَ كَثِيْرٌ فَمَا وَهَنُوْا لِمَا اَصَابَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوْا وَمَااسْتَكَانُوْا وَ اللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِيْنَ .آل عمران (3):146
Artinya :" Berapa banyak dari para Nabi bersama para shahabatnya berjuang didalam jalan ALLAH. Maka mereka tiada merasa lemah dalam berjuang [ daya tahan mereka kuat]. dan tidaklah mereka mudah lesu [daya juang mereka tangguh] dan tidak pula mereka menyerah [tidak passive) tetapi active serta creative, Dan ALLAH sangat senang kepada orang yang shabar” .

Jadi shabar itu mengandung 4 unsur:
1. Daya tahan kuat.
2. Daya juang tangguh.
3. Active .
4. Creative dan dinamis.

Jadi shabar menurut Islam lebih dekat kepada pengertian
Steadfast ketimbang Patience. Shabar ialah tekun tabah serta ulet. Dari ayat ini kita lihat sesuai dengan keterangan yang menyatakan bahwa:
A. Untuk Sukses kita harus bekerja.
B. Bekerja dengan Shabar.
C. Shabar dengan pengertian memenuhi 4 persyaratan diatas.

Kini timbul pertanyaan :
a. Mengapa kita mesti mempunyai daya tahan yang kuat ?
Sebabnya ialah karena dalam kehidupan ini kita pasti mendapatkan ujian. Mengapa? Karena hidup adalah tempat ujian. Kita lihat pada surah Al ‘Ankabut (29) : 1 – 3.

Hidup = Tempat Ujian
الم . اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُتْرَكُوْا اَنْ يَقُوْلُوْا آمَنَّا وَهُمْ لآ يُفْتَنُوْنَ ؟ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ الَّذِيْنَ صَدَقُوْا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِيْنَ. العنكبوت (29) :1-3
Artinya:” Alif Lam Mim. Apakah manusia menyangka bahwa Kami akan membiarkan mereka begitu saja setelah mereka mengatakan: Kami telah beriman ! tanpa Kami menguji mereka ? Tidak . Dan benar benar akan Kami uji mereka sebagaimana orang orang dahulu Kami uji, agar Kami dapat membuktikan siapa diantara mereka yang benar dan siapa pula yang berdusta.”

Ujian didalam kehidupan ini.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرْ الصَّابِرِيْنَ(155) . البقرة (2) : 155
Artinya: “ Dan pasti kalian semua akan Kami uji dengan sesuatu berupa ketakutan, kelaparan dan kekurangan. Dibidang harta, diri dan buah buahan. Dan beritakanlah berita gembira bagi mereka yang shabar.” Al Baqarah (2) 155

Dalam kehidupan ini akan kita lihat bahwa ketakutan, kelaparan dan kekurangan itu merupakan problema diri, problema masyarakat dan problema negara.

Siapakah yang mampu mengatasi problema yang tiga itu? ALLAH SWT mengemukakan: Beritakanlah berita gembira bagi mereka yang shabar. Siapakah yang dimaksudkan orang yang shabar itu ? Dijelaskan pada ayat berikutnya ialah :

jangan merasa memiliki.
الَّذِيْنَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيْبَةٌ قَالُوْا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ(156) أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ
صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُوْنَ.البقره (2):156-157
Artinya: “ Yaitu mereka yang apabila menerima mushibah, mampu untuk mengatakan : Kami milik ALLAH dan kepada ALLAH kami kembali.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari TUHAN mereka, dan mereka itulah yang mendapat petunjuk.

Apakah maksudnya semua pengakuan itu ?
Kita semua mengetahui bahwa setiap diri kita ini mempunyai “ love object.” Ada yang love objectnya kekayaan, ada pula yang love objectnya anak atau isteri. Ada juga yang love objectnya kedudukan atau profesi. Pendeknya macam macam kita punya love object. Dan semua penderitaan yang kita alami dikarenakan : “ Kita merasa kehilangan object cinta kita itu.” Jadi ada perasaan : “ Lost of love object .” Karena itu Islam menyuruh kita untuk mengatakan :

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
yang artinya :”Kami milik ALLAH dan kepada ALLAH kami dikembalikan .”

ini artinya bahwa kita disuruh oleh ALLAH SWT : Janganlah kalian mengakui bahwa object cinta itu milik kalian, sebab semua adalah milik ALLAH bahkan diri kalian adalah milik ALLAH dan akan kembali kehadhirat ALLAH !

ALLAH SWT mengatakan didalam surah Al Baqarah (2) : 284.
Semua milik ALLAH.
لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْ أَنفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ(284)
Artinya: “Kepunyaan ALLAH apa yang dilangit dan dibumi. Dan sekiranya engkau nyatakan apa yang didalam hatimu atau engkau sebunyikan, ALLAH akan membuat perhitungan atasnya. Maka diampunilah siapa yang dikehendakiNya (siapa yang pantas) dan disiksanya siapa yang dikehendakinya .(siapa yang pantas). Dan ALLAH atas segala sesuatu Maha Kuasa. (Artinya tidak ada yang tidak mungkin bagi ALLAH SWT )”.

Maka didalam Islam tidak ada unsur Sense of belonging. Adanya sense of belonging menyebabkan kita merasa memiliki. Kalau orang sudah merasaa memiliki, maka satu waktu pasti kehilangan, sebab tidak ada yang kekal dimuka bumi ini. Kita baca Al Qur an surah AL Qoshosh (28) : 88 .
Yang berbunyi :

Semua bakal punah.
وَلاَ تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلاَّ وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ . القصص (28) : 88
Artinya : “ Dan janganlah kamu menyeru Tuhan lain selain ALLAH ! Tiada Tuhan selain Dia. Segala sesuatu akan binasa kecuali wajah ALLAH. Kepunyaan Dia peraturan itu dan kepadaNya kalian akan dikembalikan.”
Begitu jatuh dari kedudukannya Ferdinand Marcos jatuh sakit. Mengapa ? Karena dalam hatinya ada penolakan . “ This is my belonging !” Tak jauh bedanya dengan Syah Iran. Mereka yang begitu memasuki masa MPP sebagai pegawai negeri, langsung lesu dan biasanya kesehatannya menurun. Bukan sekedar tua, tetapi konsepsi dalam benaknya sudah terganggu. This is my belonging. Maka MPP diterjemahkannya sebagai Mati Pelan Pelan.

Jadi kalau bukan mempunyai Sense of belonging, tentu perasaan apa yang harus kita rasakan ? Semua yang ada dimuka bumi ini hanyalah titipan ALLAH. Jadi jangan merasa memiliki. Yang ada hanyalah Perasaan diamanati, atau Sense of Entrustying, atau Sense to be Entrusted.” Didalam rasa seperti itu, maka mereka pengemban pengemban amanat merasa bertanggung jawab kepada Pemberi Amanat, yaitu ALLAH SWT. Jadi sekaligus ada Sense of Responsibility. atau Rasa Bertanggung Jawab.

Sebaliknya kalau Sense of Belonging, merasa memiliki akibatnya bertindak semaunya, karena berprinsip :
This is my belonging. Maka lebih gila lagi karena merasa memiliki semuanya digondol pulang kerumah.

Kalau mempunyai Sense of Entrustying, maka apabila amanat tadi kembali kepada pemiliknya atau kepada orang lain, maka dia pasti rela, karena kita hanya dapat Hak Guna Pakai saja. Inilah yang dikemukakan oleh ALLAH didalam surah Al Hadid (57) : 23 yang berbunyi:

لِكَيْلاَ تَأْسَوْا عَلَى مَا فَاتَكُمْ وَلاَ تَفْرَحُوْا بِمَا آتَاكُمْ
وَاللَّهُ لاَ يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ. الحديد 57 : (23)
Artinya:” Agar kalian tidak merasa sedih atas apa yang lepas dari tangan kalian dan tidak terlalu gembira atas apa yang datang. Dan ALLAH tiada menyukai orang orang yang berkhayal kalau mereka gagal dan tidak juga menyenangi orang yang berbangga kalau mereka berhasil.” Al Hadid (57):23.

Mengapa sikap seperti itu ? Karena tidak merasa memiliki. Maka apapun yang terjadi dihadapinya dengan biasa biasa saja. : “He takes anything as they come.”
Jadi ini berarti bahwa : Life is a place of temptation.” atau Hidup adalah tempat ujian. Ujian yang berupa Ketakutan, kelaparan dan kekurangan.

Namun perlu kita ketahui bahwa didalam ajaran Islam ada apa yang disebut : Blessing in disguise atau berkah ALLAH yang disembunyikan didalam kesusahan. Seperti ceritera Jabang Tutuko (Gatot Koco semasa bayi) yang dimasukkan kedalam Kawah Candra Dimuko. Digodok disepuh untuk mempunyai urat kawat balung wesi. Dan ada pula yang disebut : Cursing in disguise. Ini dapat kita lihat pada Al Qur an surah Al Baqarah (2) : 216 yang berbunyi :

Blessing & cursing in disguise.
كُتِبَ عَلَيْكُمْ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ وَعَسى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ ل تَعْلَمُوْنَ . البقرة (2) : 216ََ
Artinya :” Telah ditetapkan bagi kalian untuk berperang, padahal berperang itu sesuatu yang kalian membencinya. Namun mungkin apa yang tidak kalian senangi itu sebenarnya baik untuk kalian. Dan boleh jadi pula yang kalian cintai atau senangi itu adalah buruk untuk kalian. Dan ALLAH Maha Tahu, sedangkan kalian tiada mengetahuinya.”

Juga pada Al Qur an surah Al An’aam (6) : 44 ALLAH berfirman:
Cursing in disguise.
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوْا بِمَا أُوتُوْا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُوْنَ. الأنعام (6) : 44
Artinya:” Maka ketika orang orang lupa kepada ALLAH, justru Kami buka pintu keberhasilan untuk mereka. Namun tatkala mereka begitu merasa senang atas apa yang mereka peroleh, Kami datangkan kepada mereka kekejutan, sehingga mereka mencangkung berputus asa.” Al An’aam (6) : 44

Kita kembali kepada persyaratan shabar yang kedua :
b. Mengapa kita mesti mempunyai daya juang yang amat tangguh ?”
Karena “Hidup adalah tempat perjuangan.” Surah At Taubah (9) : 33, surah Ash Shaf (61) : 9 sama sama berbunyi :

Berjuang supaya tegak diatas.
هُوَ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ . التوبة (9) : 33
Artinya :” Dialah ALLAH yang mengutus RasulNya dengan membawa Al Huda (Al Qur an) dan Dienul Islam ( Sistim Hidup Islam) agar sistim hidup Islam berada diatas seluruh sistim sistim hidup lainnya. Sekalipun orang Musyrik tidak senang.” At Taubah (9) : 33

Kalau begitu kita ingin agar sistim Islam ini berada diatas sistim sistim yang lain, sekalipun orang lain tidak senang. Apa kata orang nantinya !? Mau menang sendiri? Tentu kita akan ditinggalkan orang lain. Maka ALLAH SWT menjawab didalam Al Qur an surah Al Fath (48) : 28 yang berbunyi :

Bergantung kepada ALLAH semata.
هُوَ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ
وَ كَفَى بِاللَّهِ شَهِيْدًا. الفتح (48) : 28َ
Artinya : “Dialah ALLAH yang telah mengutus RasulNya dengan membawa Al Qur an dan Dienul Haq ( Dienul Islam) agar Dienul Islam tadi berada diatas seluruh pola hidup pola hidup lainnya. Dan cukuplah bagi kita ALLAH itu sebagai saksi.” Al Fath (48) : 28.

Jadi kita harus menegakkan Diemul Islam ini sendirian, yaitu hanya orang beriman semata tidak memerlukan bantuan lainnya. Mengapa? Karena didalam Al Qur an surah Al Anfal (8) : 62 yang berbunyi :

Penolong Muslim =
ALLAH & orang Beriman.
وَإِنْ يُرِيْدُوْا أَنْ يَخْدَعُوْكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ اللَّهُ هُوَ الَّذِيْ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِ وَبِالْمُؤْمِنِيْنَ. الأنفال (8) : 62
Artinya: “ Dan sekiranya mereka berbuat culas kepadamu, maka cukuplah bagimu ALLAH. Dialah ALLAH yang akan menolong kamu dengan pertolonganNya dan pertolongan orang beriman.” Al Anfaal (8) : 62.

Ini berarti bahwa ummat Islam tidak boleh mengandalkan bantuan lain selain bantuan ALLAH SWT dan bantuan sesama orang beriman. Dan Untuk menjadikan sistim hidup Islam berada diatas sistim sistim hidup lainnya itu memerlukan perjuangan. Maka Hidup itu adalah tempat berjuang. Life is a battlefield. Karena itu kita dalam perjuangan itu memerlukan daya juang yang tangguh. Apa lagi kita baca pada Al Qur an surah Al Baqarah (2) : 120 yang berbunyi :

Permanent Crusades.
وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنْ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا
مِنْ وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيْرٍ. البقرة (2) : 120 لَكَ مِنَ اللَّهِ
Artinya: “ Dan tidak akan rela kepadamu orang orang Yahudi dan tidak juga orang Nashara, sehingga engkau mengikuti Agama mereka. Katakanlah : Sesungguhnya petunjuk yang terbaik adalah petunjuk ALLAH (bukan petunjuk akal). Kalau engkau mengikuti Hawa nafsu mereka sesudah datang kepada Kamu pengertian (Islam) maka tidaklah ALLAH itu akan melindungimu dan menolong kamu.” Al Baqarah (2) : 120.

C . Mengapa kita harus active ?
Kita harus active karena hidup adalah “ Tempat Perlombaan.” Kita baca pada surah Al Baqarah (2) : 148 .

Life is a competition.
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيْهَا فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ أَيْنَ مَا تَكُونُوْا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيْعًا إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر ٌ. البقرة (2) : 148
Artinya:” Dan tiap tiap sesuatu, (apa itu golongan, lembaga, atau organisasi atau apa saja ) , mereka itu mempunyai sasaran yang ditujunya. Maka berlumbalah kalian dibidang kebaikan ( bukan dibidang kejelekan; artinya kita berlumba memakai norma norma yang baik sesuai dengan ajaran Islam ).”

Jadi : Life is a Competition. Dalam kompetisi kita harus active. Kalau tidak aktip kita akan terkalahkan. Bahkan pada surah AL Insyirah (94) : 7,8. berbunyi :

jangan menganggur.
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ(7)وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ. الإنشراح (94) : 7 -8ْ
Artinya:” Maka apabila ada waktu senggang , (apabila selesai satu pekerjaan), laksanakanlah pekerjaan lain. (jangan malas), Dan kepada ALLAH engkau menggantungkan harapan. (bukan kepada lainnya).

d. Mengapa kita harus Creative ?

Didalam berkompetisi, apa itu usaha dagang, atau lembaga lainnya kalau kita tidak creative kita akan tersingkir. Creative didalam Islam ialah Syukur dengan anggota badan.
Syukur itu ada 3 : اَلشُّكْرُ بِاللِّسَانِ atau syukur dengan lidah. Ucapan lidah mengakui peranan ALLAH SWT pada keberhasilannya. Kita lihat Ucapan Nabi Sulaiman pada surah An Naml 27 : 40.

Syukur dengan lidah.
قَالَ الَّذِيْ عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيْكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّيْ لِيَبْلُوَنِيْ أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيْمٌ. النمل ْ(27) : 40
Artinya :” Berkata seseorang yang ahli dibidang ilmu dari Al Kitab : Aku akan mendatangkannya ( singgasana Ratu Balqis) sebelum engkau berkedip. Maka ketika Nabi Sulaiman melihat singgasana itu terletak dihadapannya, dia berkata : Ini adalah karunia ALLAH Tuhanku. Dia (ALLAH) menguji aku apakah aku bersyukur atau kufur. Dan barang siapa yang syukur, maka syukur itu untuk keuntungan dirinya. Dan barang siapa yang kufur sesungguhnya ALLAH Tuhanku Maha Kaya dan Maha Mulia.” An Naml (27) : 40.

Orang yang kufur adalah seperti Qarun tersebut pada surah Al Qoshosh (28) : 78

Qorun yang kufur.
قَالَ إِنَّمَا أُوْتِيْتُهُ عَلَى عِلْمٍ عِندِيْ أَوَلَمْ يَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ قَدْ أَهْلَكَ مِنْ قَبْلِهِ مِنَ القُرُوْنِ مَنْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُ قُوَّةً وَأَكْثَرُ جَمْعًا وَلاَ يُسْأَلُ عَنْ ذُنُوْبِهِمُ الْمُجْرِمُوْنَ.
القصص(28): 78
Artinya:” Qarun berkata: Aku mendapatkan kekayaanku ini adalah karena ilmuku ( dia menafikan peranan ALLAH didalam keberhasilannya). Apakah dia tidak mengetahui bahwa ALLAH pernah membinasakan banyak ummat dari kurun sebelum dia, orang orang yang sangat kuat dan lebih banyak pula harta yang dikumpulkannya. Dan tidaklah orang berdosa itu ditanya lagi tentang dosa dosanya. ( karena sangat jelasnya)”. Al Qoshosh (28) : 78.

Ada pula Syukur dengan hati atau الشُّكْرُ بِالْجَنَانِ Kadang kadang ada orang yang antara lidahnya dengan hatinya berbeda. Barang kali dia bersyukur dengan lidahnya, tetapi hatinya tidak. Orang ini adalah Munafiq. Kita baca pada surah Ali Imran (3) : 167.

Lidah dan hati tidak selaras.
وَلِيَعْلَمَ الَّذِيْنَ نَافَقُوْا وَقِيْلَ لَهُمْ تَعَالَوْا قَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللَّهِ أَوْ ادْفَعُوْا قَالُوْا لَوْ نَعْلَمُ قِتَالاً لاَ تَّبَعْنَاكُمْ هُمْ لِلْكُفْرِ يَوْمَئِذٍ أَقْرَبُ مِنْهُمْ لِلْإِيْمَانِ يَقُوْلُوْنَ بِأَفْواهِهِمْ مَا لَيْسَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يَكْتُمُوْنَ(167 آل عمران (3) : 167
Artinya:” Dan agar ALLAH membuktikan siapa orang orang yang munafiq, yang ketika dikatakan kepada mereka: Berjuanglah dijalan ALLAH atau bertahanlah (fight or defence). Mereka yang munafiq berkata : Kalau saja kami mengetahui akan menghadapi pertempuran, tentulah kami akan mengikuti kalian. Mereka lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan, Mereka berkata dengan mulut mereka apa apa yang tidak terdapat pada hati mereka. Namun ALLAH Maha mengetahui apa apa yang mereka sembunyikan. “ Ali Imran (3) : 167

Yang terakhir ialah Syukur dengan anggota badan atau
اَلشُّكْرُ بِاْلأَرْكَانِ Bersyukur dengan anggota badan ialah memanfaatkan apa saja yang ALLAH karuniakan sesuai dengan fungsinya untuk mencari ke-Ridhoan ALLAH. Kita baca misalnya pada surah An Nahl (16) : 14 , (16) : 78 , (28) : 73 , (30) : 46 , (14) : 7

Jadi kesimpulan dari ayat ayat tersebut diatas, maka Syukur dengan anggota badan ialah kreatip. Artinya memanfaatkan apa saja yang dikaruniai ALLAH SWT semaksimal mungkin sesuai dengan fungsinya untuk mencari Ridho ALLAH. Hanya orang yang kreatiplah yang akan mendapatkan inovasi inovasi baru. Dan itu akan menimbulkan kenikmatan. Vide surah Ibrahim (14) : 7 diatas.

Makna Sholat :
Adapun Sholat yang harus pertama-tama kita ketahui ialah apa tujuan dari sholat tadi. Mari kita lihat surah Thoha [20] : 14 yang berbunyi:

Sholat untuk mengingat ALLAH.
إِنَّنِيْ اَنَا اللَّهَ لآإِلَهَ إِلاَّ اَنَا فَاعْبُدْ نِيْ وَاَقِمِ الصَّلآةَ لِذِ كْرِيْ
Artinya:" Sesungguhnya Akulah ALLAH, tiada Tuhan selain Aku. Maka beribadahlah kepadaKu. Tegakkanlah sholat untuk mengingat Aku”.Thoha (20) : 14

Mari kita bertanya kepada ALLAH SWT. Kalau sholat untuk mengingat Engkau Ya ALLAH; maka mengingat Engkau untuk apa ?" Dijawab oleh ALLAH SWT dalam surah Ar Ro'du [13] : 28 yang berbunyi :

Mengingat ALLAH untuk tenang.
اَلَّذِيْنَ آمَنُوْا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِ كْرِ اللَّهِ اَلآ بِذِ كْرِاللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوْبْ.
Artinya:" Mereka yang beriman itu tenang hati mereka karena mengingat ALLAH. Hanya dengan mengingat ALLAH hati menjadi tenang” . Ar Ro’du

Kita boleh meneruskan bertanya : "Mengapa saya sudah sholat, hati ini tak juga tenang? Ini mungkin disebabkan karena sholat kita tidak sesuai dengan cara Rasul ALLAH saw sholat, sebagaimana Rasul saw berucap :

Contohlah Rasul sholat.
صَلُّوْا كَمَا رَاَيْتُمُوْنِيْ اُصَلِّي.ْ رواه البخاري
Artinya:" Sholatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku sholat!" HR.Bukhori

Sudahkah kita sholat sebagaimana Rasul ALLAH saw Sholat?

Untuk itu kita memerlukan untuk memeriksa hadis-hadis yang shohih. Kalau kita sudah sholat . Mengapa? Kiranya kita belum mengamalkan Hadits Rasul saw yang berbunyi :

Berbincang tatkala sholat.
إِذَا كَانَ اَحَدُ كُمْ فِى الصَّلآةِ فَإِنَّهُ يُنَاجِيْ رَبَّهُ. متفق عليه
Artinya:” Jika seseorang sedang sholat, sesungguhnya dia itu sedang berbisik bisik dengan ALLAH Tuhannya.” H.R. Bukhari dan Muslim.

Sudahkah sholat kita jadikan dialog dengan ALLAH SWT ?

Kalau kita sudah menjadikan sholat kita dialog dengan ALLAH SWT, akan tetapi belum juga mendapat ketenangan atau kebahagiaan., apakah konon sebabnya ? Sebabnya sesuai dengan surah Al Baqoroh [2] : 45 diatas yakni tidak memenuhi persyaratan khusyu', yakni :

Sholat itu berat.:
.......وَإِنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِيْنَ .........البقرة (2) : 45
Artinya: “ Dan sesungguhnya sholat itu berat, kecuali bagi orang yang khusyu’” Al Baqarah (2) : 45


وَءَاخِرُ دَعْوَى نَا أَنِ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Jangan Lupa Senang Hati Loh..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar